Petugas Damkar Dipukul, KAHMI Kepahiang Soroti Krisis Mobil Pemadam

Kepahiang – Musibah kebakaran yang terjadi di Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, menyisakan duka sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama.

Dalam peristiwa tersebut, beredar video yang memperlihatkan petugas pemadam kebakaran (damkar) sempat dihalangi bahkan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga saat hendak memadamkan api.

Sekretaris MD KAHMI Kepahiang, Sandes, angkat bicara terkait kejadian tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyalahkan apalagi menghujat petugas damkar yang telah berupaya maksimal di lapangan.

“Mereka sudah berjuang, jangan hujat mereka, apalagi sampai memukul, kita minta armada pemadam kebakarannya yang perlu ditambah” tegas Sandes.

Ia menjelaskan, kobaran api dalam kejadian itu memang menyebar dengan sangat cepat hingga menghanguskan beberapa rumah warga.

“Ya, kebetulan saya juga ke lokasi. Tiga rumah terbakar, dan petugas damkar sudah berupaya maksimal. Bahkan ada bantuan unit dari Rejang Lebong yang ikut membantu,” tambahnya.

Sandes menilai, peristiwa ini seharusnya menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak, khususnya pemerintah daerah Kabupaten Kepahiang dalam meningkatkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.

“Dari musibah ini, kita harus berbenah. Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dan permukiman yang makin padat, armada pemadam kebakaran wajib ditambah. Bila perlu, satu kecamatan satu unit mobil damkar yang selalu standby,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya armada yang dimiliki saat ini. Dengan jumlah 8 kecamatan 105 desa dan 12 Kelurahan Kepahiang disebut hanya memiliki dua unit mobil damkar yang siap siaga.

“Masa dengan 8 kecamatan 105 Desa Dan 12 Kelurahan kita hanya memiliki dua mobil pemadam yang siap saat terjadi bencana. Ini yang harus menjadi perhatian serius, bukan justru menyalahkan petugasnya,” tutup Sandes.(Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *